BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE "DAILY INFO", SELAMAT MEMBACA SEMOGA BERMANFAAT

Cegah Perkawinan Anak, TP-PKK Padang Panjang Libatkan Keluarga dan Tokoh Adat


PADANG PANJANG — Upaya mencegah perkawinan anak di Kota Padang Panjang didorong menjadi gerakan bersama. Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri mengajak keluarga, Bundo Kanduang, Niniak Mamak, tokoh agama dan masyarakat menjadi benteng perlindungan bagi anak.



Hal itu disampaikan Maria saat membuka Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak di Aula Hotel Rang Kayo Basa, Jumat (7/8/2026).



Kegiatan tersebut diikuti Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno beserta jajaran, Bundo Kanduang, Niniak Mamak, ibu rumah tangga, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat serta unsur lainnya yang peduli terhadap perlindungan anak.



Maria mengatakan anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dipenuhi hak-haknya.


Menurutnya, perhatian terhadap anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pendidikan, kesehatan, perlindungan dan kesempatan mengembangkan potensi.



"Anak-anak adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang layak, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, dan memiliki kesempatan meraih cita-cita sebelum memasuki kehidupan berumah tangga," kata Maria.



Ia menilai keluarga memiliki peran paling awal dalam mencegah perkawinan anak. 


Orang tua diminta membangun komunikasi terbuka agar anak memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan, keinginan maupun tantangan yang mereka hadapi.



Selain keluarga, Maria menekankan pentingnya peran masyarakat dan lembaga adat.


Menurutnya, kuatnya nilai adat dan kehidupan sosial di Padang Panjang dapat menjadi modal penting untuk membangun perlindungan anak.



Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno mengatakan perkawinan anak dapat membawa sejumlah risiko bagi anak dan keluarga, termasuk putus sekolah, persoalan kesehatan ibu dan anak serta masalah sosial dan ekonomi.



"Melalui sosialisasi ini, kita berharap semua peserta semakin memahami pentingnya mendampingi anak-anak menuju masa depan yang lebih baik," ujar Winarno.



Winarno berharap peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pencegahan perkawinan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat.



Keterlibatan Bundo Kanduang dan Niniak Mamak dinilai memiliki arti penting dalam upaya tersebut. Sebagai bagian dari struktur sosial dan adat Minangkabau, keduanya dapat berperan memberikan nasihat, membangun kesadaran keluarga dan membantu mengarahkan generasi muda dalam mengambil keputusan terkait masa depannya.



Kolaborasi pemerintah, keluarga, lembaga adat, tokoh agama, organisasi masyarakat dan lingkungan pendidikan diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap anak. (HD)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.dailyinfo.top, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: Fitrya Sari