TANJUNGPINANG, DAILY INFO — Warga Gang Diana, kawasan Bukit Cermin, Kota Tanjungpinang, dikejutkan oleh penemuan yang menggetarkan hati: seorang pria berinisial HS ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar rumahnya sendiri, pada Selasa (18/8/2026) malam.
Suasana haru sekaligus tegang menyelimuti lokasi kejadian. Korban ditemukan dalam keadaan terbaring di atas kasur, tubuhnya sudah kaku — tanda bahwa nyawanya telah berpulang beberapa waktu sebelumnya. Saat ditemukan, HS mengenakan kaos warna merah dan celana pendek abu-abu. Penemuan ini terungkap setelah warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang terus menguar dari arah kamar korban, memicu rasa curiga dan mendorong mereka untuk memeriksa keadaan.
Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Malimta Bangun, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan resmi terkait penemuan jenazah sekitar pukul 20.50 WIB.
“Benar, kami menerima informasi adanya penemuan mayat pria di dalam kamar rumahnya. Petugas segera kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ungkap Iptu Malimta kepada media.
Tak lama setelah laporan diterima, tim kepolisian tiba di tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan keterangan dari warga dan keluarga. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum — langkah standar guna mengungkap penyebab pasti kematian.
Hingga saat ini, penyebab kematian HS belum dapat dipastikan secara resmi. Pihak kepolisian masih menanti hasil lengkap pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Belum dapat dipastikan penyebabnya. Kami masih menunggu hasil visum dari tim medis. Jenazah sudah dibawa ke RSUP Raja Ahmad Tabib untuk proses lebih lanjut,” tegas Malimta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, korban diduga telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum penemuan tersebut. Namun demikian, dugaan ini masih bersifat sementara dan kepolisian mengingatkan bahwa kepastian hukum tetap merujuk pada hasil penyelidikan resmi serta hasil visum dari pihak berwenang.
Kini proses penyelidikan masih berjalan. Polisi terus melakukan pendalaman, mengumpulkan bukti-bukti, dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik kepergian HS.
Editor: Dedi Effendi

0 Komentar