PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi. Dukungan tersebut diberikan setelah berbagai kendala yang sebelumnya muncul di wilayah Padang Panjang berhasil diselesaikan, termasuk kepastian lokasi exit tol yang kini telah disepakati.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat di Kota Padang.
Hendri Arnis mengatakan, ruas jalan tol yang melintasi wilayah Kota Padang Panjang sepanjang kurang lebih 4,45 kilometer kini tidak lagi menghadapi kendala berarti dan siap memasuki tahap pembangunan.
"Di wilayah Padang Panjang sejauh ini tidak ada kendala yang menghambat. Pemerintah Kota siap mendukung seluruh proses sesuai kewenangan agar pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi berjalan lancar," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan bahwa polemik trase jalan tol di kawasan Kubang Putih, Kabupaten Agam, telah berhasil diselesaikan. Selain itu, desain baru lokasi exit tol di Padang Panjang juga telah memperoleh kesepakatan sehingga tidak lagi menjadi hambatan dalam pelaksanaan proyek.
Menurut Andre, tuntasnya dua persoalan tersebut merupakan langkah strategis yang akan mempercepat realisasi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatera Barat.
Ia menilai keberadaan Jalan Tol Padang–Pekanbaru akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan konektivitas antara Sumatera Barat dan Provinsi Riau, memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumatera Barat.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedi Tri Hariadi, meminta seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya dilintasi jalan tol untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran pembangunan.
Ia menegaskan koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar seluruh persoalan, khususnya terkait pembebasan lahan, dapat diselesaikan secara menyeluruh dan tidak menghambat proses konstruksi.
Wali Kota Hendri Arnis berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), aparat penegak hukum, dan PT Hutama Karya terus terjalin hingga proyek rampung.
"Jalan tol ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, meningkatkan sektor perdagangan dan pariwisata, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumatera Barat, termasuk Kota Padang Panjang," tutup Hendri Arnis.

0 Komentar