TALAMAU, PASAMAN BARAT, DAILY INFO — Di sudut sederhana Jembatan Panjang, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, tinggallah seorang ibu yang kini menjalani hari-harinya tanpa cahaya. Namanya Afrina. Ia bukan saja kehilangan penglihatannya, tetapi juga harus menanggung beban berat sebagai satu-satunya penopang hidup bagi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.
Afrina lahir di Kampung Pinang pada tanggal 15 Mei 1986. Kini ia berusia 40 tahun. Sejak berpisah dari suaminya, Afrina berstatus janda dan sendirianlah yang memikul tanggung jawab membesarkan dan menafkahi ketiga buah hatinya. Namun takdir berkata lain — penglihatannya perlahan menghilang, hingga kini ia mengalami kebutaan total. Dunia yang dulu ia lihat dengan jelas, kini baginya hanyalah kegelapan.
Berikut ketiga anak yang menjadi harapan sekaligus tanggung jawab Afrina:
1. Meisa Auliana — lahir 17 Juli 2011
2. Salwa Aulia — lahir 19 September 2016
3. Muhammad Azam — lahir 30 September 2017
Mereka masih sangat kecil, masih butuh makanan, pakaian, tempat tinggal yang layak, dan tentu saja pendidikan. Namun kini, sosok yang mereka andalkan untuk semua itu — ibunda mereka sendiri — tidak lagi mampu melihat jalan di depannya, apalagi pergi bekerja mencari nafkah.
Setiap hari Afrina bangun pagi, namun tidak bisa melihat matahari terbit. Ia ingin menyiapkan makanan untuk anak-anaknya, tetapi sulit sekadar menuju ke dapur. Ia ingin memastikan anak-anaknya berangkat sekolah dengan rapi, tetapi tidak bisa melihat apakah pakaian mereka sudah pas. Ia ingin memeluk mereka dengan hangat, tetapi hatinya terasa perih karena tidak bisa melihat wajah-wajah kesayangannya itu.
Kondisi Tempat Tinggal yang Sangat Memprihatinkan
Yang juga membutuhkan perhatian adalah kondisi tempat tinggal mereka saat ini. Rumah yang ditempati Afrina dan ketiga anaknya hanyalah bangunan sederhana berukuran sekitar 5 meter × 3 meter, yang dibangun berkat gotong royong dan bantuan sumbangsih dari masyarakat setempat. Ukurannya pun sangat terbatas, hanya cukup untuk menampung mereka dengan sangat sederhana.
Lebih menyayat hati, tanah tempat rumah itu berdiri bukanlah milik mereka. Afrina dan anak-anak hanya menumpang di atas tanah milik orang lain. Selama ini mereka tinggal dengan izin pemilik tanah yang baik hati, namun tentu saja keadaan ini membuat hati Afrina selalu gelisah. Ia tidak memiliki kepastian tempat tinggal untuk masa depan anak-anaknya. Ia sangat mendambakan sekecil apa pun tanah yang menjadi miliknya sendiri, tempat di mana ia bisa membangun rumah sederhana namun layak, tempat di mana anak-anaknya bisa tumbuh besar dengan rasa aman dan tenang.
"Rumah ini memang kecil, tapi yang membuat saya sedih adalah saya tidak tahu sampai kiri kami bisa tinggal di sini. Saya sangat berharap suatu hari nanti ada sebidang tanah kecil yang menjadi milik kami sendiri, agar anak-anak punya tempat bernaung yang pasti," ujar Afrina dengan suara lembut namun penuh harap.
Keluarga ini dikenal sebagai keluarga yang sederhana dan beragama Islam. Mereka tidak pernah meminta-minta. Namun kini, keadaan memaksa mereka untuk membuka hati dan memohon kepada sesama manusia yang berhati mulia.
Oleh karena itu, melalui pemberitaan ini, kami menyampaikan permohonan yang tulus dari lubuk hati yang terdalam:
Kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Bapak Bupati, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta instansi terkait lainnya:
Kami mohon dengan hormat, kiranya Bapak dan Ibu sekalian berkenan meninjau langsung kondisi Ibu Afrina dan ketiga anaknya. Selain kebutuhan hidup sehari-hari dan pengobatan, kami juga memohon perhatian khusus terkait tempat tinggal mereka. Sebuah harapan sederhana dari seorang ibu yang buta: memiliki sebidang tanah dan rumah yang layak tempat anak-anaknya bisa berteduh dengan pasti. Bantuan apa pun — baik berupa jaminan sosial, akses pengobatan, bantuan pendidikan untuk anak-anaknya, maupun bantuan tempat tinggal — akan menjadi penopang hidup yang sangat berharga bagi keluarga ini. Jangan biarkan mereka terlantar dalam kesendirian.
Kepada seluruh masyarakat Pasaman Barat, dermawan, serta siapa saja yang hatinya tergerak di mana pun Saudara berada:
Setiap rupiah yang Saudara sumbangkan, setiap pakaian layak yang Saudara kirimkan, setiap doa yang Saudara panjatkan — semuanya akan terasa seperti pelita yang menerangi hari-hari gelap Afrina dan anak-anaknya. Tidak ada bantuan yang terlalu kecil, karena bagi mereka yang membutuhkan, sedikit saja berarti sangat banyak. Bantuan berupa bahan bangunan, sumbangan dana untuk pembelian tanah, atau apa pun yang dapat meringankan beban mereka, akan sangat berarti bagi masa depan ketiga anak ini.
Sedikit bantuan yang Anda berikan, bagai pelita yang menerangi hari-hari mereka yang sedang gelap.
Alamat Lengkap untuk Bantuan:
Nama Keluarga: Ibu Afrina
Alamat: Jembatan Panjang, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat
Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian berikan dengan balasan yang berlipat ganda. Semoga Afrina dan anak-anak senantiasa dalam lindungan-Nya, dan semoga kebaikan yang kita berikan menjadi ladang amal jariyah yang tidak terputus di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Editor: Dedi Effendi ✍️





0 Komentar