PASAMAN BARAT, DAILY INFO — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menerima kunjungan monitoring dan evaluasi dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, yang dipimpin langsung oleh Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, S.I.K., M.Si., pada Rabu (30/9/2026).
Rombongan Satgas terdiri dari unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta pemangku kepentingan terkait. Kedatangan tim disambut hangat oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten, Staf Ahli, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memaparkan kondisi terkini dan perkembangan penanganan pascabencana di daerah. Setelah pertemuan, tim Satgas langsung meninjau sejumlah infrastruktur yang terdampak, antara lain Jembatan Batang Lampang di Kajai Selatan, Kecamatan Talamau, serta ruas jalan MAN Kajai–Timbo Abu.
Harapan Sekda Pasaman Barat
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan fisik, meskipun kondisi cuaca turut menjadi tantangan di lapangan.
"Kami berharap arahan dan petunjuk dari Satgas dapat menjadi pedoman untuk mempercepat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Pasaman Barat," ujar Doddy.
Ia juga menyebutkan bahwa Pasaman Barat telah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar sekitar Rp128 miliar untuk mendukung penanganan pascabencana dan pembangunan daerah. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal agar seluruh kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.
Penekanan Ketua Satgas Pusat
Sementara itu, Ketua Satgas, Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami datang untuk mengakselerasi percepatan kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Harapan kami, progres kegiatan ini dapat semakin terlihat signifikan," tegasnya.
Monitoring mencakup kegiatan yang dibiayai melalui TKD, program penanganan pascabencana, serta kegiatan yang anggarannya disalurkan melalui kementerian dan lembaga terkait.
Yopie menekankan pentingnya koordinasi antar-perangkat daerah agar setiap kegiatan memiliki kejelasan lokasi, jenis pekerjaan, dan sumber pembiayaan. Hal ini diperlukan untuk mencegah tumpang tindih program antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga terkait.
Selain itu, ia meminta dukungan dan pendampingan dari unsur kejaksaan, TNI, dan Polri agar seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hasil peninjauan lapangan di Jembatan Batang Lampang dan ruas jalan MAN Kajai–Timbo Abu selanjutnya akan menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Pasaman Barat.
Editor: Dedi Effendi



0 Komentar